Kereta Api

Sejak aku memutuskan untuk kuliah di Jakarta, kereta api menjadi alat transportasi favoritku untuk pulang ke rumah orang tua di Cirebon.

Waktu itu, sekitar tahun 1991, kereta api jurusan cirebon belum tersedia gerbong ber-AC yang tersedia hanya kelas Bisnis. Namun, gerbongnya jauh lebih bersih dan keretanya lebih cepat dari kereta kelas ekonomi. Bagi yang jarang atau bahkan belum pernah naik kereta api, pasti akan bingung dalam pembagian kelas dalam kereta api ini.

Yang di sebut dengan kelas ekonomi, biasanya gerbongnya tidak digabung dengan rangkaian kelas bisnis apalagi kelas eksekutif. Tempat duduknya dari kayu dan kondisi gerbongnya amat menyedihkan. Kotor, kursi banyak yang rusak, dsb. Kereta kelas ekonomi lebih sering berhenti disetiap stasiun kereta karena harus memberi jalan bagi kereta ekspress lainnya. Tidak aneh kalau untuk sampai ke tujuannya pun jauh lebih lama dibandingkan dengan kereta lainnya. Biasanya untuk kereta kelas ekonomi ini jurusannya ke wilayah jawa tengah dan jawa timur. Contohnya kereta api Matarmaja, jurusan Pasar Senen ke Malang. Berangkat pada pukul 14.00 dan sampai di Malang pada pukul 07.41 keesokan harinya. Itu pun baru perkiraan. Karena lebih sering akan terlambat 1 jam bahkan 2 jam.
Harga tiketnya sekitar Rp. 51,000,-. Harga ini sudah termasuk asuransi dan tissue penyegar. Hey.. jangan tertawa dulu, bagi mereka yang naik kelas ekonomi, mendapatkan tissue penyegar amat berharga sekali.

Sedangkan untuk kelas bisnis, gerbongnya tidak ber-AC, tempat duduknya lebih empuk dengan tempat duduk yang dapat dipindah arah (tapi bukan reclining ya..). Kondisi gerbong cenderung lebih bersih dibandingkan dengan kelas ekonomi. Contohnya kereta api jurusan Cirebon dibawah ini:

CIREBON EKSPRESS
Tarif Eks. Rp 80.000 s/d Rp 100.000, Bis Rp 65.000 s/d Rp 80.000, Selama massa angkutan lebaran 2009 Tarif Eks. Rp 105.000, Bisnis Rp 80.000

JADWAL:
KA 92 Berangkat: 06.00 (Gambir) Datang: 08.56 (Cirebon)
KA 94 Berangkat: 09.35 (Gambir) Datang: 12.35 (Cirebon)
KA 96 Berangkat: 11.00 (Gambir) Datang: 13.56 (Cirebon)
KA 98 Berangkat: 13.15 (Gambir) Datang: 16.15 (Cirebon)
KA 100 Berangkat: 18.30 (Gambir) Datang: 21.26 (Cirebon)

Nah, kalau kelas eksekutif, sesuai namanya, gerbong ini ber-AC, kursinya reclining, bisa dipindah arah dan amat sangat jauh lebih nyaman dibandingkan dua kelas sebelumnya. Kini, terdapat khusus kereta dengan gerbong seluruhnya ber-AC dan lebih cepat dibanding kereta lainnya disebut kereta Argo. Dari Jakarta, jurusan kereta Argo ini ke kota-kota besar di pulau Jawa. Disini saya ambil contoh kereta Argo Bromo Anggrek jurusan ke Surabaya

ARGO BROMO ANGGREK
Tarif Gambir – Surabaya Pasarturi : siang – Rp. 260,000,- & malam – Rp. 285,000,-
Pelayanan tambahan : (Siang)minuman hangat, makan siang+air mineral, bantal; (Malam) minuman hangat, snack berat, bantal, selimut
JADWAL:
KA 2 Berangkat: 09.30 (Gambir) Datang: 19.58 (Surabaya Pasarturi)
KA 4 Berangkat: 21.30 (Gambir) Datang: 07.57 (Surabaya Pasarturi)

SEMBRANI
Tarif Gambir – Surabaya Pasarturi : Rp. 230,000,-
JADWAL:
KA 36 Berangkat: 18.45 (Gambir) Datang: 07.02 (Surabaya Pasarturi)

Bisa dilihat sendiri kan perbedaannya?

Baru-baru ini, saya pulang ke Cirebon. Kebetulan sebelumnya saya pulang dengan Argo Jati namun kali ini kami mendapatkan karcis Cirebon Ekspress. Kereta api tiba telat 10 menit sampai di Gambir. Itu sudah amat lumayan. Setibanya ditempat duduk kami, gerbong yang kami tempati penuh dengan nyamuk!!!

Lantai masih terdapat bekas plastik makanan kecil. Kelihatan sekali gerbong tersebut di bersihkan sekenanya saja. Tirai yang ada dijedela, saya tidak yakin kalau sering dicuci, karena terlihat lusuh. Sewaktu saya buka tirainya, terlihat jendela kaca telah retak.

Cukup mengherankan, banyak sekali masyarakat sering melempar batu kepada kereta api yang lewat. Entah apa maksudnya. Apakah mereka iri dengan ketidakmampuan mereka ingin naik kereta api? Atau karena iseng belaka? Alasan ini sudah lama saya ingin tahu tapi belum juga dapat jawabannya.

Ditengah perjalanan, penumpang yang berada dua baris di depan saya, cukup kewalahan karena, jendela kecil diatas tempat duduk mereka terbuka. Rupanya pengaitnya sudah rusak sehingga sewaktu kereta berjalan cepat, anginnya kencang dan membuka jendela tersebut. Jendela kecil itu dibuat jika AC dalam gerbong mati sehingga dapat dibuka untuk masuknya udara.

Dibalik itu semua, amat disayangkan masyarakat kita amat kurang dalam hal memiliki dan juga menjaga kebersihan. Sudah ratusan kali saya naik kereta api dan rasa disiplin serta rasa memiliki bahwa transportasi umum adalah milik kita semua bukan hanya milik perusahaan tertentu.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s